Cerita Kuyang, Makhluk Kepala Terbang

Kuyang atau pada bahasa lain dikenal dengan Krasue, digambarkan serupa kepala wanita dewasa dengan rambut hitam panjang dan mata haus darah menghantui malam, dengan mudah terbang menembus kegelapan.

Bagaimana dengan tubuhnya? Dibiarkan terbaring di suatu tempat, sementara makhluk itu mencari mangsa. Yang tersisa di Kuyang hanyalah bagian tulang belakang yang masih melekat pada organ berlendir seperti usus, jantung, hati, dan terkadang paru-paru.

Jika kuyang terbang pada malam hari, biasa ada semacam cahaya merah atau api kecil yang mengikutinya.

Sosok mengambang pengundang mimpi buruk ini kurang lebih dapat dianggap serupa dengan vampir yang jauh lebih menakutkan dalam budaya Barat.

Setan Kuyang dikenal luas di sebagian besar negara Asia Tenggara. Disebut dengan Krasue di Thailand, Penanggalan di Malaysia, dan Leyak di Indonesia.

Bagi orang luar, hantu kuyang dianggap sangat aneh. Kehadirannya yang abadi dianggap seperti halnya vampir Eropa, sosok memainkan peran penting pada kebudayaan di Indonesia.

Secara alami, asal-usul kuyang telah melalui banyak versi selama berabad-abad, dan dapat bervariasi dari satu wilayah dengan daerah lainnya. Yang jelas, Banyak yang sepakat bahwa makhluk itu berbentuk kepala terbang.

Asal-usul Kuyang

kuyang

Asal-usulnya Kuyang ada hubungannya dengan ilmu hitam, atau di dengan kata lain melanggar norma-norma sosial yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam mitosnya, kuyang adalah nama sosok yang melegenda di Pulau Kalimantan. Biasanya berwujud wanita. Ia bisa melepas kepala dari bagian tubuhnya dan bisa terbang. Makhluk ini banyak ditemui di Banjarmasin, Barabai, dan Buntok.

Kuyang sangat doyan menghisap darah bekas seorang ibu yang baru melahirkan, bahkan hantu itu juga suka menghisap darah bayi yang baru lahir.

Sosok kepala terbang dengan isi perut terburai tanpa badan itu adalah manusia yang mengamalkan ilmu hitam untuk tujuan tertentu. Biasanya, bagi perempuan untuk pesugihan, meningkatkan daya pikat.

Pada siang hari, Kuyang ialah manusia biasa membaur dengan lingkungannya. Namun, setan itu akan bergentayangan ketika malam hari dengan membawa kepalanya saja.

Pertanda Makhluk Kuyang yang Jadi Manusia

kuyang

1. Tidak Cantik, Tapi Dikejar Banyak Laki-Laki

Perempuan siluman kuyang adalah pemakai ilmu hitam. Tampilannya seperti orang normal selalu cuek, namun banyak yang ngejar-ngejar biar dapat perhatiannya.

Ilmu itu dipakai si pelaku guna memikat lawan jenis, atau untuk memanfaatkan orang lain. Ada pula yang menyebut bahwa kuyang adalah orang yang rela menuntut ilmu hitam demi mempunyai kehidupan abadi.

2. Sering Memakai Jubah

Di banyak sumber, kuyang dilukiskan sebagai perempuan berambut panjang yang ketika berjalan, selalu menutupi bekas guratan di lehernya atau menutupi bagian kepala dengan kain, agar tidak kepanasan terkena sengatan matahari.

Karena siasatnya yang tetap berbaur dengan warga sekitar, kuyang kerap mengenakkan pakaian yang lebar serupa jubah, kain, atau mantel panjang untuk menutupi bagian punggung, leher, hingga kepala belakang.

3. Tak Ada Tali Ijuk Di Rumahnya

Konon katanya Kuyang sangat takut dengan tali ijuk. Banyak yang menyebut bahwa pantangan makhluk itu yaitu tidak boleh melintasi tali jemuran yang terbuat dari ijuk.

Biasanya, hantu yang melayang bersama organ tubuhnya itu akan tersangkut di tali ijuk yang terpasang di atap dan dedak bisa menempel di organ-organ dalam miliknya. Oleh sebab itu, orang-orang zaman dulu sering meletakkan dedak atau tali ijuk di atap rumah.

Kebanyakan orang Banjar juga menggunakan tali ijuk sebagai tali ayunan bayi yang dibedong. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan menghindari gangguan sosok kepala terbang dan makhluk jahat.

Cara Menangkal Kuyang

Meski suka menghisap darah, Tetapi Kuyang tidak seperti hantu drakula dan vampire yang memiliki kelemahan terhadap bawang putih. rata-rata hantu Indonesia nyaris tidak memiliki kelemahan.

Untuk menghabisi kuyang, seseorang harus menemukan tubuh bagian bahwa yang ditinggalkannya. Setelah mendapatkannya, harus dimasukkan benda-benda tajam di sambungan lehernya.

Cara itu akan membuat kuyang tidak dapat bersatu lagi dengan tubuhnya dan akan membuatnya mati lemas.

Ada juga yang menyebut, taruh dengan pecahan beling, supaya kepala dan organ tubuhnya tak bisa balik ke tubuhnya.

Penduduk Banjar yakin bahwa kuyang takut sama bawang merah, apalagi dengan bawang merah tunggal. Selain itu, siluman jadi-jadian ini juga takut dengan cermin, sisir, pisau dan rumput jariangau.

Benda-benda tersebut sering diletakkan di dekat ibu yang baru lahiran atau bayi yang baru dilahirkan guna mencegah sosok itu datang.